
Malam ini sangat Sunyi, tidak ada suara hiruk pikuk di malam hari tiba-tiba perasaan ku mulai galau tanpa sebab yang tak bertuan, diam dan berhenti. Seperti khusyuaknya para sufi di waktu-waktu sepertiga malam. Dalam hati bertanya kenapa langkah kaki ku sampai di kota ini, kota dimana aku menitipkan sebuah harapan cintaku dihatimu.
kita ibarat pendaki, bukan puncak yang kita tuju, namun pulanglah yang menjadi hakiki, hakiki yang dituju, aku akan membangun cinta bersamamu di kota ini, berharap di aminkan malaikat dalam iktiar doa, sehingga nantinya kita melangkah untuk menjalankan sunnahnya, sholat berjamaah bersama mu dan anak-anak serta cucu-cucu kita di kota ini, kita banggun rumah dengan cahaya yang bernausa islami. Namun beda hasil yang ku dapatkan, setelah aku pulang dari kota mu, Sangat cepat kau mengambil keputusan disaat ego, disaat aku membuat kesahalan yang mungkin itu tidak begitu vatal. Walyatholataf hati dan pikiran mu wahai bidadariku.
@hendri08

